Tebing Longsor di Klaten, 2 Penambang Pasir Tewas

0
476
tebing-longsor-di-klaten-2-penambang-pasir-tewas
Longsor di Klaten
tebing-longsor-di-klaten-2-penambang-pasir-tewas
Longsor di Klaten

SoloUpdate.com – Dua orang penambang pasir ditemukan tewas akibat tertimbun tebing yang longsor di Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom, Rabu (28/12/2016). Sementarai itu, 2 orang lainnya berhasil selamat dengan kondisi luka- luka.

Empat orang penambang itu sebelumnya sedang menambang pasir secara tradisional sejak pukul 08.00 WIB. Lubang yang mereka gali memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Di atas lubang yang mereka gali terdapat tebing Jurang Ngancar, Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom.

Setelah itu, keempat penambang berhenti untuk beristirahat di tepi tebing sekitar pukul 10.00 WIB. Belum lama beristirahat, tidak disangka tiba- tiba dinding tebing yang memiliki ketinggian 5 meter itu longsor dan menimpa para penambang.

Dari kejadian itu, 2 orang berhasil selamat. Mereka adalah Tri Sunarno (27), warga Dukuh Pakem, RT 018/RW 007, Desa Temuireng, Kecamatan Jatinom. Tri mengalami luka di punggung dan harus dibawa ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro untuk mendapatkan perawatan medis.Satu lagi korban selamat adalah Maryoto (28). Beruntung Maryoto hanya mengalami luka ringan di kaki.

Sementara itu, 2 penambang lainnya ditemukan tewas setelah dilakukan pencarian selama berjam- jam. Mereka adalah Widodo (28) warga Dukuh Pakem, RT 018/RW 007, Desa Temuireng, Jatinom. Ia ditemukan tak bernyawa karena tertimbun material tebing berupa pasir dan batu. Satu penambang tewas lainnya adalah Suranto (25) warga Dukuh Kranggan, RT 002/RW 007, Desa Temuireng, Kecamatan, Jatinom. Dia lebih sulit ditemukan. Kondisinya sudah tidak bernyawa setelah pencarian selama lebih dari lima jam.

Pencarian dan proses evakuasi korban dilakukan oleh tim SAR, polisi, TNI, sukarelawan,dan dibantu warga sekitar secara manual menggunakan sekop. Korban berhasil dievakuasi pada pukul 16.00 WIB. Proses pencarian dan evakuasi sedikit terhambat karena material tebing yang longsor cukup tebal.

Menanggapi kejadian itu, Kapolsek Jatinom, AKP Sri Wiraden, menyatakan imbauannya agar warga lebih berhati- hati serta menggunakan peralatan keselamatan saat menambang. Antisipasi ini perlu ditingkatkan mengingat hujan masih akan terus mengguyur daerah Solo Raya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here