5 Kuliner Khas Jogja Paling Istimewa

0
59
5-kuliner-khas-jogja-paling-istimewa
Kuliner Khas Jogja
5-kuliner-khas-jogja-paling-istimewa
Kuliner Khas Jogja

SoloUpdate.com – Jika kita berwisata ke Jogja jangan sia-siakan waktu kita untuk menjelajahi berbagai kuliner khas kota Gudeg ini dengan berbagai menu sajian istimewa yang tentunya tidak pernah kita jumpai di luar sana. Tidak hanya tempat wisata alam dan budaya saja yang dimiliki tetapi Yogyakarta juga melengkapinya dengan sajian kuliner khas kota ini yang mampu menarik perhatian bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Tentunya hal ini membuat kita tak bisa menampik pesona Yogyakarta. Kota yang tetap mempertahankan keutuhan budaya Jawa di tengah modernitas dunia ini selalu memiliki tempat istimewa di hati para wisatawannya. Bagi yang sudah pernah menyambangi Kota Gudeg ini, tentunya tetap memiliki harapan untuk bisa berkunjung kembali. Berikut kita telusuri sajian menu khas Yogyakarta paling istimewa yang wajib kita coba ketika berada di kota Gudeg ini.

1. Gudeg Pawon
Seperti dengan julukannya bahwa Yogyakarta merupakan kota yang terkenal dengan kuliner Gudegnya. Jadi jangan sia-siakan watu kita saat berkunjung ke kota ini untuk mampir mencicipi makanan Gudeg yang sudah menjadi kuliner khas kota Yogyakarta. Gudeg merupakan makanan yang diolah berasal dari daging nangka muda ini banyak dijumpai di warung makan di seluruh pelosok Yogyakarta. Jika kita ingin menyantap gudeg di tempat yang berbeda, datang saja ke Gudeg Pawon.

Gudeg Pawon adalah salah satu tempat wisata kuliner teristimewa di Yogyakarta. Tempat makan ini sudah berdiri sejak tahun 1958, di tempat makan Gudeg Pawon kita akan dilayani oleh pramusajinya langsung dari dapur atau pawon dalam bahasa Jawa. Disini selain kita menjajal masakan kulinernya kita juga bisa melihat tungku sederhana yang digunakan untuk memasak gudeg ini. Walaupun tempatnya sederhana, tetapi kenikmatan gudeg di tempat ini tak bisa diremehkan.

Gudeg Pawon merupakan pilihan yang tepat bagi penikmat kuliner yang suka melakukan wisata kuliner di malam hari. Menikmati nasi gudeg dengan ditambah ayam dan segelas teh manis hangat tentunya akan menjadikan sajian istimewa di tengah dinginnya Kota Yogyakarta di malam hari. jika kita tidak menginginkan untuk antri lama alangkah baiknya jika kita datang sebelum jam buka karena setiap harinya, Gudeg Pawon ini selalu dibanjiri antrean pembeli yang begitu luar biasa pengunjungnya. Gudeg Pawon berada di Jalan Dr. Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 22:30 sampai habis.

2. Angkringan Lik Man
Angkringan ini merupakan angkringan pertama di Yogyakarta yang berdiri sejak tahun 1969. Menu yang disajikan pun berbeda dengan angkringan-angkringan lainnya di angkringan ini secara umum menjual sego (nasi) kucing, sate telur puyuh dan aneka gorengan. Lebih menarik lagi di angkringan Lik Man ini terdapat satu sajian yang berbeda yaitu Kopi Joss.

Bagaimana penasaran dengan namanya yang unik ini? Kopi Joss adalah menu istimewa di tempat wisata kuliner khas Jogja. walaupun tetapi cara penyajian kopi ini sangat unik berbeda dengan kopi lainnya karena pembuatan kopi ini dicampur dengan arang yang masih merah membara. Bunyi ‘jooss’ yang dikeluarkan inilah yang membuatnya dijuluki sebagai Kopi Jos. Kopi Jos mempunyai rasa unik yang khas dan pastinya tidak dimiliki oleh kopi – kopi lainnya. Konon, arang yang dicelupkan ke dalam kopi ini bisa menetralisir kafein menjadikan kopi satu ini aman untuk pencernaan kita.

Di angkringan Lik Man ini selain menikmati santapan makanan yang enak kita juga bisa berbincang – bincang dengan teman, saudara dan sebagainya sambil menikmati keindahan kota Yogyakarta di malam hari, ditemani dengan suasana yang dingin serta gemerlapnya lampu-lampu yang berjejer rapi menjadikan kenangan tersendiri bagi kita tentunya yang pernah mencobanya kesini. Sehingga tidaklah asing di Kota Wisata sekaligus kota Pelajar ini. Angkringan bukan hanya menjadi tempat kuliner rakyat yang murah meriah, tetapi juga menjadi sebuah budaya di kota ini.  Kita tidak perlu khawatir karena hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp. 10.000 – 15.000 saja, kita sudah bisa menikmati Kopi Joss dan nasi kucing dilengkapi dengan lauk sederhana tetapi yang tak kalah nikmat dengan lauk – lauk lainnya. Angkringan Lik Man ini berada di kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta. Buka setiap hari mulai pukul 18.00 sampai selesai.

3. Nasi Goreng Beringharjo
Citra rasa yang berbeda tentunya suatu hal yang menarik dan paling dicari terutama bagi kita yang suka menjelajah kuliner. Di tempat wisata kuliner khas Jogja ini telah berdiri sejak tahun 1960 hingga sampai sekarang, rasa nasi gorengnya tak pernah berubah karena tetap menggunakan resep lawas yang masih terjaga mutu serta kualitas nasi goring Beringharjo ini. Di tempat wisata kuliner ini kita bisa memesan nasi goreng ayam. Walaupun ramai pembeli, tetapi kita tidak perlu khawatir kalau menunggu lama, karena disini kita akan dilayani dengan baik dan cepat. Karena di tempat ini nasi goreng telah dimasak dalam jumlah besar, namun dalam penyajian tetap disajikan dalam keadaan hangat dan nikmat. Menunya tidak hanya nasi goreng saja tetapi disini juga menjual bihun goreng, bakmi goreng dan babi kecap.

Selain itu, porsi yang disediakan juga bisa dibilang berbeda, karena apabila kita merasa belum kenyang menyantap satu porsi nasi goreng kita bisa memesan lagi sesuai dengan kemauan kita dengan ukuran yang berbeda misalnya kita menginginkan 1,5 atau 2 porsi tetapi disajikan dalam satu piring. Ini merupakan suatu bentuk pelayanan yang sangat memudahkan kita, yang pastinya tak sungkan bagi kita untuk datang kembali mencicipi sajian kuliner disini. Tempat ini berada di jalan Pabringan 1 Yogyakarta dan buka setiap hari mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

4. Sate Klathak Pak Pong
Bagi kita yang sangat menyukai sate kambing, tempat ini salah satu tempat wisata kuliner Jogja yang wajib kita coba. Sate Klathak Pak Pong menyajikan sate istimewa yang tentunya tak akan kita jumpai di tempat lain. Sate ini memiliki citra rasa yang berbeda dan nikmat, karena masakan ini diracik dengan bumbu dan rempah yang sederhana dalam mengolahnya. Sate Klathak hanya menggunakan bumbu garam, merica dan kecap dari ketiga bumbu minimalis itulah yang membuat sate ini memiliki rasa yang khas.

Selain bumbu, alat yang digunakan memasak juga berbeda. Jika di tempat lain biasanya daging dibakar dengan menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bambu, tetapi Pak Pong menggunakan cara yang berbeda yaitu dengan memanfaatkan jeruji besi sepeda saat membakar sate tersebut. Konon, menggunakan jeruji besi mampu membuat daging matang merata. Selain dengan menggunakan hal tersebut juga terbukti ramah lingkungan karena jeruji besi dapat digunakan berulang kali, tak seperti tusuk sate dari bambu yang hanya bisa dipakai sekali saja. Tempat wisata kuliner ini bisa kita temukan di Jalan Imogiri Bantul, Yogyakarta.

5. House of Raminten
Jika kita berada di Yogyakarta, cobalah untuk menikmati sajian kuliner khas Jogja satu ini, di tempat ini kita akan menjumpai sajian kuliner yang berbeda bahwa makanan tradisional bisa disulap dengan cara yang elegan dan berkelas. Sungguh sangat luar biasa dengan kreativitas yang diciptakan mampu mengubah makanan yang disajikan dengan bentuk yang berbeda. House of Raminten merupakan sebuah rumah makan yang menyajikan menu tradisional Yogyakarta seperti tahu bola, wedang sereh, cunduk, brongkos, sate lilit dan nasi kucing.

Rumah makan ini didesain dengan arsitektur yang terbilang luar biasa, disini kita bisa menjumpai kereta kuda yang berada di luar rumah makan, sedangkan di dalam rumah makan ini kita bisa melihat langsung arsitektur jawa desain yang digunakan dalam rumah makan ini serta kita bisa mencium wanginya dupa khas yang berada dalam ruangan ini. di sini kita makan sambil mendengarkan gending (lagu) Jawa yang terus mengalun menemani kita saat menyantap makanan.

Selain arsitektur dan menunya, pelayan di rumah makan ini juga mengenakan pakaian khas yang berupa kemben Jawa dan di meja makan kita akan menjumpai sebuah kentongan yang biasanya digunakan untuk memanggil pelayan apabila kita membutuhkan sesuatu. Rumah makan ini berada di Jalan FM Noto No 7 Kota Baru, Yogyakarta. Pelayanan di sini di buka selama 24 jam.

Demikian tadi ulasan mengenai 5 kuliner khas Jogja paling istimewa berdasar pada keunikan, kelezatan dan kepopuleran makanan tersebut. Untuk melengkapi kenikmatan kuliner tersebut, wisatawan dapat sambil berwisata ke wisata di Jogja. Penikmat kuliner bisa melanjutkan perjalanan untuk coba menyantap berbagai kuliner khas Solo Raya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here