5 Destinasi Wisata Paling Hits di Jogja

1
59
5-destinasi-wisata-paling-hits-di-jogja
Wisata di Jogja
5-destinasi-wisata-paling-hits-di-jogja
Wisata di Jogja

SoloUpdate.com – Yogyakarta merupakan salah satu kota tujuan wisata yang paling hits di Indonesia. Selain dikenal dengan berbagai wisata alam yang indah juga memiliki banyak destinasi wisata sejarah dan budaya yang tak kalah menarik. Sehingga kota ini mampu menghipnotis wisatawan untuk berkunjung kembali serta merindukannya dan selalu ingin berlama-lama menikmati suasana Kota Gudeg ini. Kota ini masih menawarkan kearifan budaya lokal di tengah zaman yang serba modern ini. Berada di Yogyakarta, kita akan menyimpan berbagai pengalaman menarik yang pernah terselip di benak kita ketika menjelajahi Kota budaya yang masih dipertahankan hingga sekarang ini.

1. Kraton Yogyakarta
Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kraton Yogyakarta merupakan pusat dari museum hidup kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak hanya menjadi tempat tinggal raja dan keluarganya semata, Kraton juga menjadi obyek wisata di Jogja yang paling hits serta kiblat perkembangan budaya Jawa, sekaligus penjaga nyala kebudayaan tersebut. Di tempat ini kita dapat belajar dan melihat secara langsung bagaimana budaya Jawa terus hidup serta dilestarikan di tengah laju perkembangan dunia.

Sebagian kompleks kraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, kereta kencana, foto pendiri keraton selama berkuasa, diorama, gamelan, dan sebagainya. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan seni dengan jadwal yang berbeda-beda setiap harinya. Pertunjukan tersebut mulai dari macapat, wayang golek, wayang kulit, dan tari-tarian. Untuk menikmati pertunjukkan seni wisatawan tidak perlu khawatir karena tidak dipungut biaya sedikitpun. Jika datang pada hari selasa wage, wisatawan bisa menyaksikan lomba jemparingan atau panahan gaya Mataraman di Kemandhungan Kidul. Jemparingan ini dilaksanakan dalam rangka tinggalan dalem Sri Sultan HB X. Keunikan dari jemparingan ini bahwa setiap peserta wajib mengenakan busana tradisional Jawa dan memanah dengan posisi duduk. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki beberapa balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.

Mengunjungi Kraton Yogyakarta akan memberikan pengalaman yang berharga sekaligus mengesankan. Kraton yang menjadi pusat dari garis imajiner yang menghubungakn Pantai Parangtritis dan Gunung Merapi ini memiliki 2 loket masuk, yang pertama di Tepas Keprajuritan (depan Alun-alun Utara) dan di Tepas Pariwisata (Regol Keben). Jika masuk dari Tepas Keprajuritan maka wisatawan hanya bisa memasuki Bangsal Pagelaran dan Siti Hinggil serta melihat koleksi beberapa kereta kraton sedangkan jika masuk dari Tepas Pariwisata maka wisatawan dapat memasuki Kompleks Sri Manganti dan Kedhaton di mana terdapat Bangsal Kencono yang menjadi balairung utama kerajaan. Jarak antara pintu loket pertama dan kedua tidak begitu jauh, wisatawan cukup menyusuri Jalan Rotowijayan dengan jalan kaki atau naik becak.

Kraton Yogyakarta didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755. Kraton Yogyakarta dibuka untuk para wisatawan setiap hari dari jam 08.00 – 14.00 wib. Tapi khusus untuk hari Jum’at, wisata kraton Jogja dibuka dari jam 08.00 wib – 12.00 wib. Adapun harga tiket masuknya adalah sebesar Rp.7.000,- untuk wisatawan lokal dan Rp. 12.500,- untuk wisatawan asing atau manca negara. Kraton Yogyakarta Hadiningrat berada tepat di sebelah selatan Alun-alun Utara kota Yogyakarta atau hanya berjarak ± 50 meter dari Jalan Malioboro atau yang kini telah resmi berganti nama menjadi jalan Margo Mulyo. Jika wisatawan menggunakan kereta api, silahkan turun di stasiun Tugu lalu berjalan lurus ke arah selatan melewati perempatan Jalan Malioboro sampai bertemu alun-alun Utara. Jangan sia – siakan apabila wisatawan berkunjung ke Maliboro, pastikan mampir dulu untuk menapak tilas sejarah kraton Yogyakarta.

2. Taman Pintar
Wahana bermain sekaligus belajar ini berada di sebelah timur jalan Malioboro. Disini wisatawan dapat menjelajah langsung berbagai macam wahana permainan yang tidak hanya mendidik saja, tetapi juga akan memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke salah satu tempat wisata Jogja paling hits ini. Taman pintar bisa dinikmati oleh anak-anak yang belum sekolah hingga anak-anak usia sekolah menengah untuk memperluas dan mempendalam ilmu sains di sekolah melalui pengamatan langsung karena bisa dibilang secara sederhana, Taman Pintar Jogja merupakan laboratorium dalam kemasan rekreasi. Di obyek wisata ini wisatawan dapat menikmati berbagai macam wahana di dalamnya. Di lantai satu wisatawan dapat menelusuri pengenalan lingkungan dan eksibisi ilmu pengetahuan, seperti aquarium air water, kehidupan prasejarah, system tata surya, harmoni alam dan lain – lain. Di lantai dua wisatawan dapat mempelajari materi dasar yang terkait dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti zona air untuk kehidupan, zona teknologi informasi dan komunikasi, zona agro, dan sebagainya. Di lantai tiga ini berisi terkait kreativitas wahana animasi, theater empat dimensi dan lain – lain dan gedung Memorabilia wisatawan bisa mengenali dokumen dan foto-foto yang berkaitan dengan sejarah.

Harga tiket masuk ke area Taman Pintar Jogja (non rombongan) untuk anak-anak adalah Rp.10.000,- dan dewasa Rp.18.000,-. Harga tersebut belum termasuk tiket untuk menikmati wahana permainan yang ada di dalamnya. Taman Pintar dibuka dari mulai hari Selasa – Minggu. Khusus hari senin libur kecuali jika bertepatan dengan libur nasional. Buka mulai jam 09.00 wib dan Tutup jam 16.00 WIB. Taman Pintar Jogja terletak di depan Bank Indonesia atau berada kurang lebih 200 meter di sebelah timur perempatan jalan Malioboro. Alamat lengkapnya adalah Jalan Panembahan Senopati No. 1 -3 Yogyakarta.

3. Malioboro
Malioboro merupakan pusat wisata oleh-oleh paling hits di Yogyakarta. Di Malioboro kita bisa memborong aneka barang yang kita inginkan mulai dari pernik cantik, cinderamata unik, batik klasik, emas dan permata hingga peralatan rumah tangga. Bagi penggemar cinderamata, Malioboro menjadi surga perburuan yang menyenangkan. Dengan berjalan kaki di bahu jalan sambil menawar aneka barang yang dijual oleh pedagang kaki lima akan menjadi kkenangan tersendiri yang tak akan pernah terlupakan. Aneka cinderamata buatan lokal seperti batik, hiasan rotan, perak, kerajinan bambu, wayang kulit, blangkon, miniatur kendaraan tradisional, asesoris, hingga gantungan kunci semua bisa ditemukan dengan mudah. Jika pandai menawar, barang-barang tersebut bisa dibawa pulang dengan harga yang terbilang murah.

Selain menjadi pusat perdagangan, jalan yang merupakan bagian dari sumbu imajiner yang menghubungkan Pantai Parangtritis, Panggung Krapyak, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi ini pernah menjadi sarang serta panggung pertunjukan para seniman Malioboro pimpinan Umbu Landu Paranggi. Dari mereka pulalah budaya duduk lesehan di trotoar dipopulerkan yang akhirnya mengakar dan sangat identik dengan Malioboro. Menikmati makan malam yang romantis di warung lesehan sembari mendengarkan pengamen jalanan mendendangkan lagu “Yogyakarta” milik Kla Project akan menjadi pengalaman yang sangat membekas di hati.
Malioboro adalah rangkaian sejarah, kisah, dan kenangan yang saling berkelindan di tiap benak orang yang pernah menyambanginya. Pesona jalan ini tak pernah pudar oleh jaman.

4. Kedung Pedut Air terjun Dua Warna
Salah satu air terjun paling hits di Jogja dengan panorama alam sekitar yang cantik nan Indah ini memiliki cerita unik yang tidak pernah bisa terlupakan oleh wisatawan yang pernah mengunjunginya. Sesuai dengan namanya warna putih berasal dari kejernihan alami air terjun sendiri. Warna hijau tosca atau biru warna tersebut di dapat karena pengaruh batuan dasar sungai. Mungkin karena pelarutan batuan dasar sungainya membuat air tersebut berwarna hijau tosca. Selain kecantikan dua warna airnya, terdapat keunikan sendiri dari air terjun ini ialah adanya kolam alami, kolam ini merupakan kedung atau cekungan yang mempunyai kedalaman sekitar dada sampai leher orang dewasa di kolam alami ini wisatawan dapat bermain air sampai sepuasnya sedangkan disekitar air terjun tidak digunakan untuk bermain air tetapi hanya untuk foto-foto saja. Pada dinding tebing terdapat bamboo-bamboo yang menempel kuat. Bambu tersebut biasa digunakan untuk wisatawan duduk sambil menikmati kolam, atau istirahat sehabis bermain air.

Untuk menuju ke lokasi air terjun ini dari lokasi parkir berjalan kaki menusuri jalan setapak menuruni lembah. Hati-hati saat menuruni lembah apalagi setelah hujan kondisi jalan agak licin. Sepanjang tracking menuju air terjun tidak perlu khawatir kehausan atau lelah karena terdapat beberapa shelter untuk beristirahat dan juga warung – warung makan di tempat tersebut. Setelah menikmati tracking ± 15 menit wisatawan akan disambut oleh aliran sungai yang pure yang berasal dari air terjun Kedung Pedut. Setelah itu wisatawan tinggal menyebrang sungai dan kolam alami dengan jembatan bambu. Disini wisatawan bisa bermain dan foto untuk mengabadikan moment istimewa selama liburan di Kedung Pedut yang menarik ini. Kedung pedut terletak di dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

5. Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis yang terletak ± 27 km selatan kota Jogja. Akses yang sangat mudah untuk ditempuh dengan transportasi umum yang beroperasi hingga pk 17.00 maupun kendaraan pribadi. Sore menjelang matahari terbenam merupakan saat terbaik untuk mengunjungi pantai paling terkenal di Yogyakarta ini. Namun bila Anda tiba lebih cepat, tak ada salahnya untuk naik ke Tebing Gembirawati di belakang pantai ini. Dari sana kita bisa melihat seluruh area Pantai Parangtritis, laut selatan, hingga ke batas cakrawala.

Salah satu obyek wisata pantai paling hits di Jogja yang akan memanjakan kita ketika liburan ialah Pantai Paranggtritis yang eksotis ini tentunya akan menghipnotis kita saat menyaksikan keindahan pantai satu ini. Apalagi ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya kita untuk bersenang-senang. Meskipun kita dilarang berenang, Tetapi disini tidak kekurangan sarana untuk having fun bagi kita. Di pinggir pantai ini ada persewaan ATV (All-terrain Vehicle), tarifnya sekitar Rp. 50.000 – 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa kita melintasi gundukan pasir pantai tersebut. Ini tentunya sangat cocok bagi yang berjiwa petualang walaupun agak ekstrim tetapi sangat seru.

Selain itu juga terdapat Bendi. Dengan Bendi kita bisa menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding. Senja yang remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan di permukaan air semakin membangkitkan suasana romantis.

Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata dengan keluarga. Bermain layang-layang bersama malaikat kecilnya juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi. Bagaimana sangat menarik bukan? Di obyek wisata ini juga didukung oleh lahan parkir yang sangat luas, warung – warung makan, toko cinderamata, toilet, kamar mandi dan tak jauh dari pantai juga terdapat losmen dan penginapan. Jangan ragu, isi liburanmu dengan kegiatan yang penuh warna salah satunya berwisata.

Itulah 5 destinasi paling hits di Jogja. Untuk mereka yang gemar akan traveller, wisatawan sebaiknya melanjutkan perjalannya dengan meng-explore wisata di Solo Raya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here