17.659 Siswa SMP di Klaten Mengikuti Ujian Nasional

SoloUpdate.com (Klaten) – Ujian Nasional merupakan salah satu ujian yang harus ditempuh siswa SD, SMP maupun SMA yang duduk di bangku kelas akhir. Ujian ini wajib diikuti oleh seluruh siswa di tiap-tiap Kabupaten di seluruh Indonesia. Salah satu Kabupaten yang menyelnggarakan Ujian Nasional tingkat SMP ini adalah Kabupaten Klaten. Pasalnya, sebanyak 17.659 siswa di Kabupaten Klaten mengikuti Ujian Nasional untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dimulai pada hari selasa 2 Mei 2017. Dalam pelaksanaanya Ujian Nasional SMP akan digelar secara computer based test (CBT) dan paper based test (PBT).

Kepala Dinas Pendidikan Klaten yaitu Bapak Pantoro mengatakan bahwa Ujian Nasional untuk kabupaten Klaten tingkat SMP pada tahun ini di ikuti sebanyak 131 sekolah. Masing-masing terdiri dari 79 sekolah akan melaksanakan UN secara CBT atau UN Berbasis Komputer (UNBK) dan 52 lainnya masih menyelenggarakan UN secara PBT atau UN Kertas dan Pensil (UNKP). Beliau menuturkan bahwa untuk tahun ini penyelenggara UNBK SMP bertambah jika dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, UN tingkat SMP akan digelar pada tanggal 2, 3, 4 dan 8 Mei, dengan total peserta 17.659 siswa termasuk siswa Madrasah Ysanawiyah (MTs) negeri maupun swasta.

Disamping itu beliau juga mengungkapkan bahwa UNBK dan UNKP akan digelar secara bersamaan, namun untuk UNBK akan dilaksanakan sebanyak tiga sesi dalam sehari. Ia menjelaskan dalam pelaksanaanya, UNBK akan menggunakan fasilitas laboratorium komputer milik masing-masing sekolah. Namun, disisi lain diakuinya bahwa masih ada sekolah dalam penyelenggaraan UNBK fasilitasnya belum memadahi untuk menggelar UNBK secara mandiri. Tetapi untuk sekolah yang fasilitasnya belum menunjang Dinas Pendidikan Klaten meminta untuk meminjam laboratorium komputer milik sekolah lain yang paling dekat. Pilihannya dapat menggunakan fasilitas milik SMA maupun SMK, sehingga tidak perlu untuk membeli perlengkapan Ujian pada tahun ini.

Berdasarkan data dari Disdik Klaten, sebanyak 16 sekolah penyelenggara UNBK harus meminjam fasilitas laboratorium komputer sekolah lain, sejatinya kata Pantoro, 16 sekolah tersebut telah memiliki laboratorium komputer untuk menunjang pelaksanaan UNBK namun untuk kondisinya belum memadahi, karena minimal jumlah komputer yang tersedia adalah sepertiga dari jumlah peserta UN disekolah tersebut. Karena, mengingat pelaksanaan UNBK yang akan dilakukan sebanyak tiga sesi. Beliau juga menambahkan bahwa dengan sitem pinjam pakai tersebut, SMP tidak perlu bingung saat ditunjuk sebagai penyelenggaraan UNBK. Dengan sistem tersebut, sekolah penyelenggara tidak perlu menlakukan pengadaan fasilitas untuk persiapan UNBK.

Hal ini sesuai dengan dengan edaran dari Menteri Pendidikan terkait pelaksanaan UNBK SMP yang menggunakan laboratorium komputer SMA/SMK, sehingga peminjamanpun tidak dikenai sewa. Pantoro menuturkan bahwa secara teknis penyelenggaraanya bisa meminjam laboratorium komputer SMA/SMK terdekat. Paling jauh jaraknya 5 kilometer dari sekolah asal agar tidak merepotkan peserta UNBK SMP dalam pelaksanaanya. Namun meskipun menggunakan fasilitas milik SMA/SMK, penanggung jawab pelaksanaan UNBK tetap kepala sekolah masing-masing SMP byang masuk dalam daftar penyelenggara.

17.659 Siswa SMP di Klaten Mengikuti Ujian Nasional | Fatahul Lathip | 4.5