Tempat-tempat Peninggalan Sejarah di Kota Solo

0
445
tempat-tempat-peninggalan-sejarah-di-kota-solo
Tempat Bersejarah di Solo

SoloUpdate.com (Solo) – Indonesia merupakan negara yang mempunyai cerita sejarah yang begitu pahit. Dimana negara indonesia pernah dijajah oleh beberapa negara dalam kurung waktu yang tidak sedikit. Seperti Jepang yang pernah menjajah Indonesia selama 3 tahun serta Belanda selama 350 tahun (3,5 abad). Setelah Indonesia dinyatakan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak ada lagi penjajahan yang terjadi. Namun, peninggalan-peninggalan dari negara penjajah tidaklah musnah begitu saja di Indonesia. Seperti halnya di Kota Solo, yang masih menyimpan peninggalan-peninggala sejarahnya. Penulis akan memberikan informasi tempat-tempat bersejarah di Solo yang merupakan peninggalan-peninggalan masa penjajahan dulu. Berikut tempatnya:

1. Benteng Vastenburg
Benteng Vastenburg ini dulunya bernama “Grootmoedigheid” . bangunan ini dibangun oleh gubernur Jenderal Baron van Imhoff tahun 1745. Dahulu, benteng ini digunakan sebagai benteng pertahanan yang berhubungan dengan rumah Gubernur Belanda. Juga dipakai sebagai pusat pengawasan yang digunakan oleh kolonial Belanda untuk mengawasi gerak-gerik Keraton Kasunanan Surakarta. Benteng Vestenburg ini bisa dijumpai di pusat kota Surakarta dekat dengan jalan yang searah menuju balaikota Surakarta.

2. Gedung Veteran
Gedung Lowo atau yang sekarang dikenal dengan gedung Veteran merupakan tempat tinggal para bangsawan atau pejabat pada masa Belanda. Kemudian tahun 1945, bangunan ini ditempati oleh keluarga Djian Ho. Sampai pada masa kemerdekaan, gedung ini diserahkan kepada Indonesia oleh Belanda. Sehinnga Indonesia mengubah namanya menjadi Gedung veteran. Sampai sekarang, gedung Veteran terletak di Jalan Slamet riyadi. Dengan masih mempertahankan desain arsitek masa kolonial belanda, membuatnya menjadi rumah yang bagus.

3. Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegara merupakan kerajaan kecil yang didirikan yang didirikan oleh Pangeran Sambernyawa. Pura ini adalah kelanjutan dari konflik di Mataram setelah terjadinya perpecahan antara kerajaan solo dan kerajaan jogja. Dulu, pangeran Sambernyawa ikut dalam kelompok yang membela keadilan dan kebenaran serta menjaga harkat dan martabat orang-orang Tionghoa dan rakyat mataram yang ditindas oleh orang-orang Belanda (VOC), bahkan rajanya sendiri yaitu Pakubuwana II. Hingga sekarang Pura Mangkunegara sering dipakai untuk pertunjukan seni tradisional dan modern.

4. Museum Radya Pustaka
Museum ini berlokasi di jalan Slamet Riyadi, Solo, yang bersebelahan dengan taman sriwedari. Dahulu, Museum ini merupakan tempat tinggal salah seorang warga Belanda yang bernama Johannes Busselaar. Museum Radya Pustaka dibangun oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada masa pemerintahan Pakubuwono IX. Didalam Museum Radya Pustaka ini, banyak terdapat koleksi benda-benda kuno. Seperti buku-buku kuno yang berisi tentang petunjuk pemerintahan dan serat rama yang ditulis oleh seorang Pujangga Keraton Surakarta yang bernama Yasadipura. Serta berbagai macam arca, wayang kulit dan pusaka adat. Museum Radya Pustaka sangat sesuai untuk jadi salah satu tujuan tempat study tour. Karena banyak informasi tentang sejarah yang bisa didapatkan didalamnya.

Untuk informasi tempat-tempat bersejarah di Solo semoga bisa menambah wawasan pembaca tentang sejarah dan bisa mencintai peninggalan sejarah yang masih ada dengan menjaga serta melestarikannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here